Pages

Senin, 16 Juni 2014

Perkembangan Sosial Remaja

1.        Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi melebur diri menjadi suatu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama.
a.    Hubungan Sosial Remaja
Hubungan sosial diartikan sebagai suatu hubungan remaja dengan orang-orang di sekitarnya dan juga pengaruh dari hubungan tersebut terhadap remaja tersebut
b.    Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja
1.    Karakteristik pertama, keinginan pemuda untuk menemukan suatu bentuk sendiri
2.    Karakteristik kedua, memilih nilai sosial.
     Ketika remaja berhadapan dengan nilai-nilai social tertentu, maka remaja akan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai tersebut atau tetap pada pendirian dengan segala akibatnya.
3.    Karakteristik ketiga, bagi puber merupakan satu persoalan. Bagaimana ia dalam pandangan jenis kelamin yang lain, maksudnya adalah Remaja  sangat sadar akan dirinya tentang bagaimana pandangan lawan jenis mengenai dirinya. Meskipun kesadaran akan lawan jenis ini berhubungan dengan perkembangan jasmani, tetapi sesungguhnya yang berkembang secara dominan bukanlah perkembangan jasmani yang berlainan, melainkan tumbuhnya ketertarikan terhadap jenis kelamin yang lain. Hubungan sosial yang tidak terlalu menghiraukan perbedaan jenis kelamin pada masa-masa sebelumnya, kini beralih kearah hubungan sosial yang dihiasi perhatian terhadap perbedaan jenis kelamin.
4.     Karakteristik keempat, ketika sudah memasuki masa remaja akhir, mulai tampak kecenderungan mereka untuk memilih karier tertentu meskipun dalam pemilihan karier tersebut masih mengalami kesulitan. Ini wajar karena pada orang dewasa pun kerap kali masih terjadi perubahan orientasi karier dan kembali berusaha menyesuaikan diri dengan karier barunya.

c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan social
1. Faktor Keluarga
Orang tua sangat mempengaruhi perkembangan tingkah laku sosial remaja. Remaja telah diperkenalkan tingkah laku-tingkah laku sosial, dan nilai-nilai bertingkah laku yang dijunjung tinggi oleh orang tua. Disamping itu hubungan dengan orang tua merupakan hubungan paling akrab dibandingkan dengan siapapun dalam kehidupan remaja. Hubungan yang mendalam dan akrab besar pengaruhnya terhadap proses sosialisasi remaja. Namun, karena remaja menjadi mandiri dan tidak mau lagi bergaul, diatur serta dituntut patuh oleh orang tua dalam kehidupan sosial, maka terjadi konflik antara orang tua dan remaja.
Andaikan konflik antara remaja dan orang tua berlangsung terus menerus akibatnya adalah kemandirian sosial yang sempurna tidak akan tercapai, karena hal berikut:
*   Orang tua (lingkungan sosial) yang membatasi kesempatan bagi remaja untuk mengambil keputusan sendiri, maka tindakan orang tua seperti ini tidak memberi kesempatan pada remajanya untuk mandiri.
*   Orang tua tidak dapat dijadikan model untuk memperoleh kemandirian sosial, karena orang tua ini memiliki sifat tergantung. Orang tua yang tidak mandiri cenderung tidak memberikan kesempatan mandiri bagi anak-anaknya dalam bertingkah laku sosial.
2.Faktor Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan resmi yang bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada siapapun yang berhak. Oleh karena itu remaja banyak menghabiskan waktunya di sekolah semenjak berumur 4 tahun. Dengan demikian, sekolah mempengaruhi tingkah laku remaja khususnya tingkah laku sosial remaja. Di sekolah seharusnya banyak dilakukan kegiatan kelompok untuk mengembangkan tingkah laku sosial seperti kerjasama, saling membantu, saling menghormati dan menghargai misalnya kelompok belajar, kelompok pengembangan bakat khusus seperti kelompok menyanyi, menari, olahraga dan keterampilan khusus lainnya.



3. Faktor Masyarakat
            Lingkungan masyarakat merupakan tempat dimana remaja tinggal, di lingkungan ini remaja secara langsung maupun tidak langsung diajarkan kerjasama,saling membantu,saling menghargai satu sama lain dan saling menghormati satu sama lain, apabila dilingkungan masyarakat remaja tersebut dijauhi maka perkembangan sosialnya akan terhambat

2.   Peran remaja Serta Implikasinya Disekolah
Ø Remaja aktif bersosialisasi dengan guru dan warga sekolah
Ø Remaja aktif dalam berbagai organisasi sekolah
Ø Ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan sekolah

3.    Upaya Pengembangan Hubungan Sosial Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Di dalam pengembangan hubungan sosial remaja mencakup 3 upaya :
v Upaya dari orang tua yang harus sering berkomunikasi dengan anaknya sendiri
v Upaya dari sekolah yang mendidik peserta didik untuk menjadi individu yang mandiri dalam berbagai bidang

v Upaya dari lingkungan sekitar yang mempengaruhi pembentukan kepribadian remaja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar